Archive Pages Design$type=blogging$count=7

Kita Dulu, Baru Anak

Oleh: Elly Risman Dalam sebuah sharing session dengan para orang tua tentang perilaku anaknya dengan gadget, ada seorang ibu yang me...

Oleh: Elly Risman

Dalam sebuah sharing session dengan para orang tua tentang perilaku anaknya dengan gadget, ada seorang ibu yang mengeluh tentang anaknya yang tidak bisa lepas dari hape. Sebelum sekolah, ketika bangun tidur langsung buka hape, sampai di mobil terus lihat hape sampai tiba di sekolah. Sekolah melarang anak membawa hape, sehingga ditinggal di mobil. 

Begitu pulang, naik mobil, langsung hape lebih dulu yang dipegang dan di lihat. Jangan tanya di rumah seperti apa. Tentu saja tak lepas dari hape. Entah main game, atau cuma buka-buka sosmed. 

Lalu saya tanya, bagaimana penggunaan hape sang ibu dan ayah ketika di rumah bersama anak. Jawabnya, “Ya saya kan jualan online bu, saya ya terus pegang hape, karena order gak pernah berhenti. Kan gak mungkin saya balas nanti-nanti… bisa-bisa order melayang.” Oo.. pantas saja. Anak Suka Meniru Anak kita belajar pertama kali dengan cara meniru. Dia akan meniru apapun yang dilihat, didengar dan diketahuinya dari lingkungan sekitar. 

Orang tualah yang pertama akan dia manfaatkan sebagai TELADAN. Jika yang anak lihat A, maka dia akan meniru A. “Lalu bagaimana dong bu supaya anak saya tidak main hape terus?” “Gampang,” saya bilang. Ibu tidak usah main hape terus. “Lhoo..” kata dia. 

Lalu ramailah para orang tua mendiskusikan jawaban saya itu. Ada orang tua yang sepakat, lebih banyak yang belum bisa menerima. Sebagian yang sepakat dengan saya, juga masih bingung bagaimana cara mengendalikan penggunaan gadgetnya sendiri, baik karena tuntutan pekerjaan maupun karena takut ketinggalan cerita seru di chat group. 

Menilai dan Menimbang Laman 2 dari 3 Sebenarnya, sebelum kita melakukan perubahan pada diri kita sendiri dan anak kita, kita musti jelas benar, mengapa kita khawatir melihat anak yang main hape terus menerus. 

Apakah karena dia tidak melakukan hal-hal lain? Apakah karena dia tidak punya teman nyata? Apakah karena dia main game terus sampai lupa makan dan salat? Atau karena Anda khawatir dia melihat hal-hal buruk di hapenya? Atau ada sebab lain? Kita juga perlu menilai apa pentingnya hape buat anak, adakah hal-hal yang memang perlu dia lakukan dengan hapenya, adakah hal-hal yang menurut Anda perlu dia pelajari/dapatkan dengan menggunakan hape? Langkah itu juga Anda lakukan bagi diri Anda sendiri. 

Dari menilai dan menimbang tadi, Anda akan punya keputusan bagaimana sebaiknya pola penggunaan hape Anda, dan seberapa penting hape buat dia. Berapa porsi waktu yang boleh anak habiskan dengan hape, bagaimana cara penggunaannya yang dapat dipertanggungjawabkan dan aman bagi anak. Barulah Anda tentukan langkah selanjutnya. 

Ajak Dialog Kalau kita sudah bisa memperbaiki pola penggunaan gadget kita, bagaimana dong membuat anak tidak main gadget melulu? kata yang lain. Nah di sini pentingnya dialog dengan anak. Seiring dengan bertambahnya usia anak, maka anak harus juga diajak bicara dengan cara dialog/diskusi dan tanya jawab untuk menjelaskan apa tujuan sebuah perilaku, manfaatnya dan bagaimana melakukannya. 

Dengan demikian anak akan mengerti betul mengapa ia boleh melakukan sesuatu dan mengapa tidak boleh melakukan yang lain. Pengetahuan ini penting untuk membentuk persepsi anak dan menjadi pijakan dalam berperilaku. Memulai dialog akan membuat perasaan kita dan anak tidak karuan, jika dimulai dengan larangan. Anak akan bingung, kok tiba-tiba ibu dan atau ayah melarang sesuatu yang kemarin tidak masalah? Oleh sebab itu, hindari dialog yang dimulai dengan larangan. 

Ceritakan saja kepada dia mengapa Anda mengubah perilaku bergadget, terutama dampak negatif yang ingin Anda hindari. Tanyakan kepada dia tentang penggunaan hapenya: apa manfaat yang dia peroleh, apakah dia merasakan juga apa yang Anda rasakan? Laman 3 dari 3 Setelah itu, Anda ajak dia untuk mengatur kembali penggunaan hapenya: soal waktu dan kesempatan apa saja dia boleh buka hape, soal berapa lama dia boleh buka hape, aplikasi dan konten yang boleh dia akses, dimana dia boleh buka hape, dan berbagai ‘aturan’ lain. Sepakati aturan tersebut, bukan cuma dari Anda untuk dia, tapi untuk seluruh keluarga. 

Dalam pelaksanaannya, tentu saja Anda perlu mengontrol. Eh, biasanya sih bukan Anda saja yang mengontrol. Anak pun akan menegur Anda jika Anda ‘melanggar’ kesepakatan. Jangan sakit hati. Berbanggalah, karena tandanya dia komit dengan kesepakatan. Bagaimana dengan Anda?(*) 


Sumber Majalah YM

COMMENTS

Name

Berita Cermin Edusiana Event informasi Karya Siswa Konsultasi Parenting Populer Prestasi
false
ltr
item
Official Sekolah Indonesia: Kita Dulu, Baru Anak
Kita Dulu, Baru Anak
https://2.bp.blogspot.com/-dMpz55O9zLI/WDMbG9ooVgI/AAAAAAAAAG0/uQD8pgqA1Xw6drZJp2f1ixglf6MfCPfZQCLcB/s320/anak%2Bdan%2Bgadget.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-dMpz55O9zLI/WDMbG9ooVgI/AAAAAAAAAG0/uQD8pgqA1Xw6drZJp2f1ixglf6MfCPfZQCLcB/s72-c/anak%2Bdan%2Bgadget.jpg
Official Sekolah Indonesia
http://www.sekolahindonesia.id/2016/11/kita-dulu-baru-anak.html
http://www.sekolahindonesia.id/
http://www.sekolahindonesia.id/
http://www.sekolahindonesia.id/2016/11/kita-dulu-baru-anak.html
true
4309508905467340601
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock