Archive Pages Design$type=blogging$count=7

Mengendalikan Diri

Sekian puluh tahun yang lalu, sampai saya kelas 6 SD, saya tak mampu menyelesaikan puasa yang tinggal 3 jam lagi, karena tak dapat menahan...

Sekian puluh tahun yang lalu, sampai saya kelas 6 SD, saya tak mampu menyelesaikan puasa yang tinggal 3 jam lagi, karena tak dapat menahan nafsu melihat merah dan segarnya asinan bangkuang yang saya beli untuk berbuka. 

Kali lain, ketika saya menyuapi adik saya, nasi dan telur ceplok yang disiram kecap membuat saya membatalkan puasa di jam 8 pagi. Berbeda sekali dengan beberapa anak, dan mungkin anak-anak Anda, yang sejak TK bahkan sudah sanggup menyelesaikan puasa sebulan penuh. 

Akan halnya saya, saat ini Alhamdulillah saya sudah cukup mampu menahan godaan rasa lapar, namun terkadang masih susah payah menahan diri dari berbelanja banyak makanan berbuka yang sedap-sedap.  

Apa kunci agar seseorang dapat mengendalikan dirinya? Cynthia Stifter, Ph.D, peneliti dari Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat, menyebutkan dua ciri pengendalian diri. Pertama, kemampuan anak untuk mengendalikan dorongan-dorongan melakukan sesuatu dan mengendalikan keinginan akan sesuatu. Kedua, kemampuan anak mematuhi norma sosial tanpa pengawasan. Dua hal ini, dilakukan karena adanya kerelaan dari dalam dirinya. Mematuhi Tanpa Pengawasan Terkait dengan puasa, ciri di atas perlu ditambahkan dengan kemampuan anak mematuhi aturan agama tanpa pengawasan. 

Kemampuan tersebut tidak bisa dengan begitu saja ada dalam diri seorang anak. Kitalah para orang tua yang berkewajiban membantu anak membentuknya. Bulan Ramadhan ini adalah kesempatan emas yang bisa kita gunakan. Untuk anak-anak yang baru belajar berpuasa, belum terlambat bagi Anda untuk menceritakan apa itu puasa dengan bahasa yang sederhana, jelas dan menyenangkan. 

Puasa itu artinya mengubah waktu, jika biasanya kita sarapan jam 7 pagi, maka kita akan lakukan sebelum Subuh. Jika kita makan siang jam 12, maka kita undur menjadi di waktu Maghrib. Makan malamnya kapan? Ya diantara Maghrib dan Subuh. Dengan menjelaskan ini, anak-anak tak akan berpikir bahwa puasa itu berat. Jika mereka merasa berat menunggu waktu berbuka hingga Maghrib, secara bertahap ajarkan mereka untuk menunda waktu makannya hingga mendekati maghrib. Dalam cerita Anda, sertakan juga penjelasan bahwa ini adalah perintah Allah SWT. 

Dan Allah akan memberikan hadiah yang sangat besar untuk orang-orang yang menuruti perintahNya. Untuk membuat suasana puasa keluarga menyenangkan, kita dapat menyediakan berbagai kegiatan yang seru bagi anak yang akan membuat mereka sibuk dan tidak fokus pada rasa lapar. Siapkan juga dekor pesta Hari Raya Idul Fitri, sehingga mereka punya bayangan, bahwa selesai menjalani puasa sebulan akan ada pesta besar. 

Tandai tanggalnya di kalender bersama-sama. Kegiatan menyiapkan makanan berbuka tetap bisa dilakukan, tapi saran saya lakukan menjelang waktu berbuka, karena anak masih tak mampu menahan godaan bentuk dan wanginya makanan. Meningkatkan Ibadah Bagian terpenting adalah meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan ini dengan memperbanyak mengaji, shalat, dzikir dan juga bersedekah ke fakir miskin. Atau memberi makanan berbuka, hadiah atau bingkisan untuk tetangga, kerabat, teman-teman dan guru mereka serta orang-orang duafa di sekitar rumah Anda. 

Tentunya diam-diam Anda juga aktif menyiapkan hadiah untuk anak-anak yang berhasil menjalankan puasanya, seberapapun yang mereka bisa capai. Jika puasa kita dan anak-anak kita dan anak-anak orang lain dijalankan dengan benar, baik dan menyenangkan, insha Allah kita semua bisa menjadi pribadi yang mampu mengendalikan diri. 

Bukan cuma mampu menahan nafsu makan nasi dan telur ceplok di bulan puasa, namun juga mampu menahan amarah, menahan nafsu birahinya, menahan pikiran berbuat jahat, sehingga tidak terjadi lagi mahasiswa yang membunuh dosennya, cleaning service yang membunuh mahasiswa, anak yang diperkosa beramai-ramai, seperti berita yang kita baca sebulan sebelum puasa. 

Mari kita berdoa agar kita bertemu, bicara, berkegiatan bersama dengan kita adalah orang-orang yang mampu mengendalikan dirinya: perasaannya, pikirannya dan perilakunya.(*)

COMMENTS

Name

Berita Cermin Edusiana Event informasi Karya Siswa Konsultasi Parenting Populer Prestasi
false
ltr
item
Official Sekolah Indonesia: Mengendalikan Diri
Mengendalikan Diri
https://3.bp.blogspot.com/-xHYYP1PvKKQ/WDlNpJ-GsUI/AAAAAAAAAJc/qcAghU6pdwEOjt_kiEjnrFDhoneTiqbiwCLcB/s320/selfcontrol2.gif
https://3.bp.blogspot.com/-xHYYP1PvKKQ/WDlNpJ-GsUI/AAAAAAAAAJc/qcAghU6pdwEOjt_kiEjnrFDhoneTiqbiwCLcB/s72-c/selfcontrol2.gif
Official Sekolah Indonesia
http://www.sekolahindonesia.id/2016/11/mengendalikan-diri.html
http://www.sekolahindonesia.id/
http://www.sekolahindonesia.id/
http://www.sekolahindonesia.id/2016/11/mengendalikan-diri.html
true
4309508905467340601
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock