Archive Pages Design$type=blogging$count=7

Shiddiq Baihaqi, Pendiri Pelatihan Parenting Sekolah Ayah Bunda

RITUAL pagi itu tidak pernah ditinggalkan Baihaqi, yaitu mengantar anak ke sekolah. Kemarin (3/6) sekitar pukul 06.30 pria yang tinggal...

RITUAL pagi itu tidak pernah ditinggalkan Baihaqi, yaitu mengantar anak ke sekolah. Kemarin (3/6) sekitar pukul 06.30 pria yang tinggal di Perumahan Griya Candramas Juanda itu berangkat mengantar ketiga anaknya, Rifyan Haydare Zaman, 12; Ahzam Asade Alam, 10; dan Sirhan Aufa Fiddin, 7; ke SD Raudlatul Jannah, Sidoarjo. Mengantar anak ke sekolah adalah bentuk kecintaan Baihaqi kepada tiga buah hatinya itu. 

Kesempatan tersebut juga dia manfaatkan untuk berakrab-akrab, membagi kehangatan kepada mereka. Kemarin merupakan hari yang padat bagi ayah empat anak itu. Setelah mengantar anak, dia langsung meluncur ke Kecamatan Tarik, Sidoarjo. Di sana dia sudah ditunggu masyarakat yang hendak mengikuti operasi katarak gratis. “Kebetulan saya ketua panitianya. Saya harus datang lebih awal,” ucap pria 42 tahun itu saat ditemui di SD Raudlatul Jannah. Operasi itu, kata Baihaqi, diadakan Yayasan Pondok Pesantren Al Hidayah, Tarik, yang bekerja sama dengan Klinik Mata Utama Gresik. “Yayasan itu kan milik keluarga saya. Jadi, saya yang bertanggung jawab terhadap acara yang diadakan,” ucapnya. Hampir setiap tiga bulan sekali dia mengadakan operasi katarak untuk warga Tarik dan sekitarnya. 

Bahkan, banyak warga Mojokerto dan Gresik yang memanfaatkan operasi cuma-cuma tersebut. Animo masyarakat memang cukup tinggi. Tercatat, kata dia, ada 125 orang yang mengikuti operasi tersebut. Kegiatan bakti sosial itu dilaksanakan sejak dua tahun lalu. Awalnya, lanjut alumnus FISIP Unair tersebut, baksos diisi dengan pengobatan tradisional seperti bekam dan pengobatan dokter umum. Namun, setelah itu, kegiatan dialihkan ke operasi katarak karena lebih banyak masyarakat yang membutuhkannya. Rupanya, cukup banyak masyarakat yang menderita katarak, terutama mereka yang sudah lanjut usia. 

Katarak membuat mereka sulit membaca Alquran. Setelah menjalani operasi, mereka bisa kembali membaca Alquran dengan lancar. Baihaqi lalu berkisah tentang sepenggal cerita menarik seputar operasi katarak itu. Suatu ketika ada seorang peserta operasi katarak yang nonmuslim. Setelah operasi dan sembuh, dia mendapat hidayah dan kembali masuk Islam. “Sebelumnya, dia Islam, tapi murtad. Kemudian, kembali lagi Islam. Dia merasa senang dan tersentuh dengan baksos itu,” jelasnya. Namun, baksos bukan satu-satunya kegiatan rutin yang dijalankan Baihaqi. Dia juga punya program rutin lain yang cukup menyedot tenaga dan pikirannya. Yakni, pelatihan parenting atau pelatihan pendidikan anak untuk orang tua di pedesaan Sidoarjo. Dia menamakan program itu pelatihan parenting Sekolah Ayah Bunda. 

Mantan aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jatim-Bali itu sering masuk ke pelosok-pelosok kampung untuk memberi pelatihan gratis. Pelatihan tersebut diadakan dua sampai empat kali dalam sebulan. Menurut Baihaqi, pelatihan gratis itu dimulai sejak dua tahun lalu. “Awalnya, saya tidak pernah terpikir untuk memberi pelatihanparenting ke orang tua di desa,” jelasnya. Sebelumnya, dia fokus pada pekerjaan sebagai ketua bidang humas Sekolah Al Hikmah. Selain aktif mengurus bagian kehumasan, dia aktif memberikan pembinaan dan pelatihan bagi wali murid Sekolah Al Hikmah. Menurut dia, cukup mudah memberikan pelatihan kepada para orang tua siswa yang terpelajar dan notabene juga keluarga mampu. 

Selain mengikuti pelatihan, mereka sering datang ke lembaga psikologi untuk melakukan konseling tentang perkembangan anak mereka. “Itu sangat mudah dilakukan orang tua di kota,” ucapnya. Selain itu, dia sering mengisi pelatihan parenting di luar sekolah. Praktis, dia pun sibuk dengan kehidupan masyarakat kota. Apalagi, secara materi, hasilnya cukup menggiurkan. Tarif sekali mengisi pelatihan sekitar Rp 2,5 juta. Maka tidak heran jika banyak trainer yang fokus mengisi pelatihan di perkotaan. Namun, pada suatu hari dia tersadar bahwa apa yang dilakukan selama ini adalah sebuah ketidakadilan. 

Dia sibuk mengisi pelatihan bagi orang tua siswa yang mampu dan lupa dengan kondisi pendidikan anak di pelosok desa. Padahal, para orang tua di desa itu yang lebih membutuhkan pelatihan. Pria asal Tarik, Sidoarjo, itu mengatakan, kesadaran tersebut muncul setelah dirinya banyak mendapat keluhan dari orang tua siswa. Peristiwa yang membuatnya lebih trenyuh adalah adanya siswa di desa yang menyimpan puluhan film porno di handphone-nya. 

Tidak hanya itu, siswa tersebut juga sejak SMP melakukan hubungan badan dengan pacarnya. Setiap kali berhubungan badan, siswa itu tidak menggunakan kondom, tetapi menggunakan plastik karena tidak punya uang untuk beli kondom. Setelah ditelusuri, ternyata siswa itu ditinggal orang tuanya kerja di pabrik. Jadi, saat pulang sekolah, rumahnya kosong sehingga dia bisa berbuat seenaknya. Perhatian dari orang tua pun kurang. Suami Priyanti Rusanti itu akhirnya memutuskan untuk fokus memberikan pelatihan kepada orang tua di desa. Dia juga memilih keluar dari Sekolah Al Hikmah dan membuat program pelatihan parenting Sekolah Ayah Bunda. 

Sebelum memberi pelatihan, dia juga belajar bahasa Jawa karena audiens yang dihadapi adalah masyarakat desa. “Bahasa harus disesuaikan agar mengena,” jelas putra pasangan Syaiful Bahri dan Choiriyah Said itu. Setelah itu, dia mulai mengisi majelis taklim untuk ibu-ibu di desa. Dia mengarahkan materi pengajian tersebut ke parenting, yaitu cara mendidik anak. Ternyata, peserta pengajian sangat senang. Setelah terbiasa mengisi acara ibu-ibu, dia kemudian mulai fokus mengisi pelatihan parenting. Dibantu beberapa teman, dia menawarkan program pelatihan untuk orang tua siswa ke sekolah-sekolah yang ada di Tarik, Balongbendo, Tulangan, dan sekitarnya. 

Beberapa sekolah yang ditawari akhirnya tertarik dengan program gratis itu. Menurut pria yang berulang tahun tiap 13 Juli tersebut, mengisi pelatihan parenting untuk orang tua di desa tidak mudah. Kadang mereka tidak paham dengan materi yang dia sampaikan. “Maklum, saya terbiasa mengisi pelatihan untuk orang tua di kota,” jelasnya. Pernah pada suatu hari, dia mengisi pelatihan dengan menggunakan slide Power Point. Ternyata, banyak yang tidak nyambungdengan materi itu. Dia akhirnya menutup slide tersebut dan mengisi pelatihan tanpa menggunakan LCD. Ada pula cerita menarik saat mengisi pelatihan. Saat itu, dia mengadakan pelatihan di Balongbendo. Peserta yang datang cukup banyak, yaitu sekitar 150 orang. Lucunya, yang datang adalah nenek-nenek. Mereka mengira kegiatan itu adalah pengajian umum. “Ibu-ibu dan bapak-bapaknya kerja,” ucap Pengurus Ponpes Al Hidayah Tarik itu. 

Dia pun mengisi pelatihan tersebut seperti pengajian. Namun, di sela-sela materi, dia menyelinginya dengan permainan. Ternyata, kata dia, nenek-nenek yang datang sangat senang dengan permainan yang selama ini dimainkan siswa sekolah itu. ”Mereka senang saat diminta tepuk tangan, menggambar, bernyanyi, dan permainan lainnya. Banyak dari mereka yang ketagihan dengan pelatihan itu,” katanya. 

Ada lagi cerita yang mengesankan bagi dirinya. Dia pernah diundang mengisi pelatihan untuk wali siswa TK di Tarik. Dia pun datang tepat waktu. Namun, saat sampai di tempat pelatihan, belum ada satu pun peserta yang datang. Parahnya lagi, dia disuruh menunggu di ruang kelas bersama anak-anak TK karena sekolah itu tidak punya ruang tamu. Padahal, saat mengisi pelatihan di kota, dia dijamu dengan baik di ruang tamu. 

Dia pun terpaksa menunggu cukup lama hingga para peserta pelatihan mulai berdatangan. Tidak hanya menunggu peserta datang, Baihaqi juga sering memasang peralatan pelatihan sendiri, seperti LCD, karena panitia tidak bisa memasangnya. Dia juga membawa peralatan pelatihan sendiri, bahkan menyediakan konsumsi untuk peserta pelatihan. Jadi, kata dia, tidak hanya pelatihannya yang gratis, tapi mereka juga mendapatkan konsumsi gratis. Bahkan, dia memfotokopi sendiri materi pelatihan. 

Beruntung, pada tahun ini dia mendapat bantuan konsumsi dari Lembaga Manajemen Infaq (LMI) dan Kotak Amal Indonesia. Kini, hampir semua kecamatan di Sidoarjo sudah dia sambangi. Kebanyakan, kata dia, kepala sekolah yang mengundangnya. Sebenarnya, banyak sekolah yang ingin mengadakan pelatihan parenting, namun mereka terkendala dana. 

Dalam pelatihan itu, dia menyampaikan kepada orang tua cara memahami anak, menanamkan pendidikan agama kepada anak, dan berkomunikasi dengan anak. Selama ini, lanjut dia, banyak orang tua yang salah berkomunikasi dengan anak. Mereka sering berkata kasar dan mengatakan anak mereka nakal, bodoh, dan perkataan negatif lainnya. 

Maka, di setiap akhir pelatihan, dia selalu meminta orang tua agar berkomitmen untuk mengubah sikapnya kepada anak. Contoh, orang tua berjanji tidak lagi berkata kasar kepada anak, tidak suka mengancam anak, dan komitmen positif lainnya. “Orang tua saya minta menyampaikan di depan umum,” terang pengurus PW Ikadi Jatim itu. 

Baihaqi menyatakan, beberapa bulan setelah pelatihan, dia mengecek kepada panitia atau kepada kepala sekolah tentang perkembangan orang tua dalam mendidik anak mereka. Sebagian besar sudah mengubah komunikasi dengan anak. Anak mereka pun lebih nyaman belajar dan para guru lebih mudah mendidik anak di sekolah. 

Ke depan dia berencana mengajak trainer untuk ikut andil dalam pelatihan orang tua pedesaan. Dia juga akan mengadakantraining of trainer (TO) agar semakin banyak trainer yang bisa memberikan pelatihan. (c6/ib)

COMMENTS

Name

Berita Cermin Edusiana Event informasi Karya Siswa Konsultasi Parenting Populer Prestasi
false
ltr
item
Official Sekolah Indonesia: Shiddiq Baihaqi, Pendiri Pelatihan Parenting Sekolah Ayah Bunda
Shiddiq Baihaqi, Pendiri Pelatihan Parenting Sekolah Ayah Bunda
https://4.bp.blogspot.com/-z-Jh4VOPTz8/WCz9jv7houI/AAAAAAAAAC8/VTzjaBEXbbU2sfVJBJdFNJlVQQjMvwXDQCLcB/s640/IMG_3127.JPG
https://4.bp.blogspot.com/-z-Jh4VOPTz8/WCz9jv7houI/AAAAAAAAAC8/VTzjaBEXbbU2sfVJBJdFNJlVQQjMvwXDQCLcB/s72-c/IMG_3127.JPG
Official Sekolah Indonesia
http://www.sekolahindonesia.id/2016/11/shiddiq-baihaqi-pendiri-pelatihan.html
http://www.sekolahindonesia.id/
http://www.sekolahindonesia.id/
http://www.sekolahindonesia.id/2016/11/shiddiq-baihaqi-pendiri-pelatihan.html
true
4309508905467340601
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock