Archive Pages Design$type=blogging$count=7

Raisa Aribatul Hamidah Atlet Basket Profesional Berjilbab

Memakai jilbab bagi kaum Muslimah adalah bentuk kepatuhan dalam menjalankan syariat Islam. Entah berapa banyak hikmah penuh makna di balik ...

Memakai jilbab bagi kaum Muslimah adalah bentuk kepatuhan dalam menjalankan syariat Islam. Entah berapa banyak hikmah penuh makna di balik pensyariatan jilbab tersebut. Tak salah jika banyak kaum Muslimah yang berjuang mati-matian serta istiqamah dalam balutan hijab. Bagi mereka, jilbab adalah harga mati yang tak bisa ditawar-tawar. 

Seperti yang dijalani seorang pebasket profesional, Raisa Aribatul Hamidah. Entah sudah berapa kali diskriminasi yang dialaminya karena istiqamah memakai jilbab. Pebasket Muslimah ini pernah mendapat sanksi pemain, hingga didiskualifikasi karena berjilbab. Kendati demikian, tak sekalipun prinsipnya goyah atau rela melepas jilbab. 

"Bagi saya berjilbab itu sudah harga mati. Itu kewajiban saya sebagai Muslimah. Keluarga juga sangat menekankan prinsip ini," katanya menegaskan seperti dikutip dari Republika, Ahad (10/1). Memang diakuinya, ada rasa sedih dan kesal ketika ia mendapat perlakuan tak adil karena berjilbab. Tahun 2008 silam, ia terpilih untuk masuk timnas junior mewakili Indonesia. Ketika ia sudah berlatih cukup lama, akhirnya ia tersingkir karena alasan nonteknis tersebut. Hingga perlakuan tak adil yang terakhir dialami Raisa pada awal tahun 2015 lalu. Ia sudah masuk daftar timnas Indonesia yang akan mengikuti Sea Games di Singapura. 

"Nama saya ada di surat kabar. Kita sudah latihan keras bersama timnas di Jakarta. Pelatih saya bingung karena peraturan federasi internasional soal bola basket ini tidak boleh berjilbab. Jadi, terpaksa saya dikeluarkan dari timnas," katanya berkisah. Walau sedih dan kecewa, Raisa mengaku tak menyesal sedikitpun dengan prinsip yang dipegangnya. "Sebenarnya sakit hati dan sedih. Tetapi yang membuat saya tetap kuat karena saya yakin yang saya bela ini adalah benar. Itu tidak salah. Biar Indonesia dan dunia juga tahu, tidak semurah itu harga jilbab," katanya memaparkan. Kecintaan Raisa pada basket sudah digandrunginya semenjak kecil. Pertama kali ia bertanding basket ketika masih SMP. Saat itu, pakaian Raisa yang sudah berjilbab sempat menghebohkan pertandingan. "Waktu itu saya SMP. 

Tampil dengan jilbab masih aneh, saya sendiri juga merasa aneh. Waktu itu saya ikut Kejurda Bola Basket Jawa Timur," katanya berkisah. Saat itu, ia bertanding membela Group Sahabat Ponorogo. Melihat penampilannya yang berbeda dengan rekan-rekannya yang lain, pelatihnya sempat menyarankan untuk melepas jilbab. "Sempat pelatih saya sendiri memberi nasihat kalau lebih baik tidak berjilbab waktu main. Tapi, saya minta tolong agar diizinkan memakai jilbab. Akhirnya, pelatih saya menyetujui," katanya memaparkan. Walau diizinkan pelatih, Raisa dikenakan sanksi technical foul karena pakaiannya berbeda dengan rekan timnya. "Itu pertama kalinya yang berjilbab ikut tanding basket. Selama seminggu pertandingan, saya dikenai sanksi technical foul. Memang seperti itu, karena pakaian saya berbeda dengan pakaian satu tim saya," katanya Raisa menjelaskan. 

Setelah kepahitan soal aturan berjilbab yang terpaksa ditelan Raisa, tahun berikutnya aturan tersebut dicabut. "Tahun berikutnya ada toleransi sudah tidak masalah memakai jilbab. Jadi, bukan merupakan pelanggaran lagi. Itu tahun 2005," katanya berkisah. Prinsip yang dipegang teguh Raisa mendapat acungan jempol dari keluarganya. Raisa mengatakan, keluarga besarnya adalah keluarga yang taat dan menjunjung tinggi ajaran Islam. "Saya berjilbab itu memang dari kecil. Orang tua dan kakak-kakak perempuan saya semuanya berjilbab. Sekeluarga besar saya berjilbab. Itu ajarannya sudah dari kakek-nenek," katanya berkisah. 

Semenjak kecil, Raisa sudah diajarkan untuk memegang teguh prinsip-prinsip Islam. Menurutnya, syariat yang diturunkan Allah SWT bukanlah bahan untuk diperdebatkan. "Jilbab bukanlah hal yang patut dibimbingkan, dicurigai, atau ditawar-tawar. Karena ini hukum mutlak. Yang mewajibkan bukan manusia, melainkan Allah SWT. Sementara, larangan berjilbab ini kan hanya aturan manusia yang bisa berubah sesuai kondisi dan waktu," katanya menjelaskan. Melalui basket, Raisa mencetak banyak prestasi. Ia juga mendapatkan beasiswa dari dunia basket yang ditekuninya. 

Diakuinya, banyak sekali manfaat yang dia ambil dari dunia basket. Baginya, basket bukan sekadar olahraga atau hobi semata. Tapi, sudah jadi bagian dari dirinya. Ia yakin, banyak sekali kaum Muslimah di belahan dunia lain yang bernasib sama dengan dirinya. Sebelumnya, pebasket Muslimah asal Amerika Serikat (AS), Bilqis Abdul-Qaadir, juga menjalani kisah seperti Raisa. Ia mengaku terinspirasi dengan pebasket Muslimah AS tersebut. "Saya terinspirasi dengan pebasket Muslimah di Amerika yang gencar berkampanye melalui jilbab. Mereka mengumpulkan tanda tangan, bikin kaus, dan mengadakan seminar. Saya juga seperti itu. Alhamdulillah banyak yang ikut, dukung, dan membeli kausnya," ujarnya. 

Raisa memperkirakan, banyaknya Muslimah yang menjadi pebasket profesional akan memberi pertimbangan khusus bagi federasi internasional untuk mencabut larangan berjilbab. "Setahun atau dua tahun ini, peraturan soal larangan jilbab ini akan dicabut. Karena banyak protes yang bukan hanya dari saya. Dari Indonesia, India, Bosnia, bahkan dari Amerika sendiri ada. Banyak pemain basket profesional yang berjilbab," ujarnya. Ia menyayangkan, masih saja ada diskriminasi pada zaman yang terbuka dan bebas sekarang ini. Misalnya, kasus diskriminasi yang dialami pebasket Qatar ketika akan berlaga di ajang ASEAN Games Korea Selatan. Ketika hendak bertanding, panitia mengeluarkan larangan soal pakaian jilbab. Lantas, pebasket Qatar yang semuanya berjilbab tersebut memutuskan mengundurkan diri. 

 "Saya geregetan sekaligus bangga dengan tim Qatar yang memilih untuk mundur. Mereka tidak memilih terus bermain dengan melepas jilbab. Karena aturan jilbab tidak bisa tawar-menawar," ujar Raisa. Saat ini, Raisa belum bisa mengikuti ajang internasional karena terkendala aturan federasi basket tersebut. Namun, ia mendulang berbagai dukungan di dalam negeri karena penampilannya. "Sampai saat ini tidak ada protes atau tanggapan negatif. Karena level tertinggi saya masih di Indonesia dan belum bisa untuk masuk internasional. Di Indonesia masih bertoleransi karena penduduk Indonesia mayoritas Muslim," ujar Raisa. Ia belum pernah mendapat kecaman dari penonton, pemain lawan, atau panitia sekalipun. "Saya rasa tidak ada yang keberatan. 

Kalau tanggapan negatif soal penampilan saya, tidak ada. Paling kaget saja karena unik, kok bisa main basket berjilbab," katanya menjelaskan. Raisa juga menyangkal kalau dengan berjilbab dapat mengganggu aktivitas bermain basket. "Kalau mengganggu tidak sama sekali. Malah menurut saya itu sangat membantu menjaga tubuh kita sebagai Muslimah. Kalau pakai celana pendek terus jatuh, kakinya bisa lecet," ujarnya. Menurut Raisa, berjilbab tidak akan merugikan atau mengganggu lawan. "Kalau dimanfaatkan lawan, ya sering juga. Tapi kan ada peraturan. Kalau baju ditarik pasti itu pelanggaran. Jadi, saya oke-oke saja," katanya menjelaskan. Raisa mengharapkan, Pemerintah Indonesia mau serius memperhatikan nasib pebasket Muslimah. Menurutnya, pemerintah masih diam dan manut begitu saja dengan peraturan internasional. "Pemerintah mungkin tidak melarang, tetapi juga tidak memperjuangkan. Hanya diam saja. Belum ada yang benar-benar memperjuangkan. Protes ke internasional," katanya menjelaskan. Saat ini, Raisa tengah mempersiapkan diri untuk kembali tampil di ajang Women Indonesian Basket League (WIBL) yang mulai pada 17 Maret mendatang. Di sela-sela kesibukannya sebagai dosen, ia kerap melatih basket untuk anak-anak belia. Harapannya, ia ingin juga melatih Muslimah muda yang punya hobi basket. "Latihan sampai sekarang tetap setiap hari. Kecuali kalau mendekati pertandingan, biasanya sehari dua kali, pagi dan sore," katanya menjelaskan. 

"Saya ingin sekali buka sekolah basket untuk Muslimah. Selain melatih basket juga memberi motivasi untuk tetap istiqamah pakai jilbab. Itu syiar saya sebagai Muslimah," katanya menutup. Oleh Hannan Putra ed: Hafidz Muftisany *** 

BIODATA 
Nama Lengkap : Raisa Aribatul Hamidah 
Panggilan : Raisa 
TTL : Ponorogo, 17 Februari 1990 
Alamat : Jalan Ukel II No 7 Kertosari, Ponorogo, Jawa Timur 
e-mail : raisaribatul9@gmail.com 
Pendidikan : - Pascasarjana (S-2) Sains Ekonomi Islam, Universitas Airlangga (2013-2015) 
- Sarjana (S-1) Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (2008-2012) - SMA Negeri 1 Ponorogo (2005-2008) 
- SMP Negeri 1 Ponorogo (2002-2005) 
- SD Negeri Muhammadiyah 1 Ponorogo (1996-2002) 


Prestasi Olahraga: 

- Juara 1 Liga Bola Basket Mahasiswa Jawa Timur 2007 di Malang - Juara 2 Campus League Bola Basket 2007 di Surabaya 
- Juara 2 Road to Campus League Bola Basket 2008 di Surabaya - Juara 1 Kejuaraan Nasional LIBAMA 2009 di Bogor - Juara 2 Big Eight Campus League Bola Basket 2009 di Surabaya - Juara 2 Campus League Bola Basket Nasional 2009 di CLS Surabaya - Pemain Terbaik Putri Campus League Nasional (Indonesia Timur) 2009 
- Juara 1 Kejuaraan Nasional Libama 2010 di Yogyakarta 
- Juara 1 Kejuaraan Nasional Libama 2010 di Medan 
- Juara 1 Ganda Putri UKM Badminton Open Unair 2011 
- Juara 3 POMDA Bulu Tangkis Ganda Putri 2011 di Unmuh, Malang 
- Juara 1 PraPON XVIII Wilayah B Cabang Bola Basket Putri 2011 di Semarang, mewakili Jawa Tengah
- Juara 3 (Universitas Airlangga) Bola Basket ACSI Libama 2012 di Surabaya - Juara 3 (Universitas Airlangga) Bola Basket ACSI Libama Nasional 2012 di Jakarta 
- Peringkat 4 (Sahabat Semarang) dalam Inaugural Women National Basketball League Indonesia Jawa Pos for Her 2012 
- Penghargaan Top Assist (Sahabat Semarang) dalam Inaugural Women National Basketball League Indonesia Jawa Pos for Her 2012 
- Juara 1 PON XVIII Cabang Bola Basket Putri 2012 di Riau, mewakili Jawa Tengah 
- Juara 1 (Universitas Airlangga) Bola Basket Putri Liga Mahasiswa Nasional (LIMANAS) 2013-2014 
- Penghargaan Top Assist Putri Liga Mahasiswa Nasional (Limanas) 2013-2014 
- Penghargaan Most Valuable Player (MVP) Putri Liga Mahasiswa Nasional (Limanas) 2013-2014 
- Peringkat 4 (Surabaya Fever) dalam Women National Basketball League (WNBL) Indonesia season 2013-2014 
- Penghargaan First Team (Surabaya Fever) dalam Women National Basketball League (WNBL) Indonesia season 2013-2014 
- Peringkat 1 (Surabaya Fever) dalam Women National Basketball League (WNBL) Indonesia season 2014-2015 
- Juara 2 (Universitas Airlangga) dalam Kejuaraan Bola Basket Piala Wali Kota Surabaya 2015 di Gor Pasific Surabaya

COMMENTS

Name

Berita Cermin Edusiana Event informasi Karya Siswa Konsultasi Parenting Populer Prestasi
false
ltr
item
Official Sekolah Indonesia: Raisa Aribatul Hamidah Atlet Basket Profesional Berjilbab
Raisa Aribatul Hamidah Atlet Basket Profesional Berjilbab
https://4.bp.blogspot.com/-gbKfoICaq-Y/WVqE8aChYII/AAAAAAAAA0E/Cz-_cusRuXQZ8r_lis3wqMzOPmt617R2wCLcBGAs/s320/19510583_10154507946481604_4977063308273638656_n.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-gbKfoICaq-Y/WVqE8aChYII/AAAAAAAAA0E/Cz-_cusRuXQZ8r_lis3wqMzOPmt617R2wCLcBGAs/s72-c/19510583_10154507946481604_4977063308273638656_n.jpg
Official Sekolah Indonesia
http://www.sekolahindonesia.id/2017/07/raisa-aribatul-hamidah-atlet-basket.html
http://www.sekolahindonesia.id/
http://www.sekolahindonesia.id/
http://www.sekolahindonesia.id/2017/07/raisa-aribatul-hamidah-atlet-basket.html
true
4309508905467340601
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock