Archive Pages Design$type=blogging$count=7

DOSA-DOSA PENGASUHAN

DOSA-DOSA PENGASUHAN Elly Risman, Psi Direktur, Psikolog, dan Trainer Yayasan Kita dan Buah Hati Banyak sekali hal terjadi dalam pengasu...

DOSA-DOSA PENGASUHAN
Elly Risman, Psi
Direktur, Psikolog, dan Trainer Yayasan Kita dan Buah Hati



Banyak sekali hal terjadi dalam pengasuhan yang merupakan kebiasaan atau sesuatu yang otomatis, tak bisa dikendalikan dan dilakukan berulang-ulang oleh orang tua pada anaknya. Umumnya hal itu terjadi dalam keadaan yang terdesak, tegang, kurang waktu dan tergesa-gesa.

Sebagai manusia, kita semua pernah berbuat salah bahkan dosa, termasuklah saya.
Dengan maksud baik dan mulia, almarhum Ayah saya mengajarkan kami untuk menghormati setiap tamu yang datang ke rumah kami dengan memberi mereka makan. Tergantung datangnya : bisa sarapan pagi, makan siang atau makan malam. Beliau menginginkan tamu-tamu itu makan dulu baru berbincang bincang. Karenanya, kalau lama saja sedikit Ayah saya akan bertanya : ”Sudah siap Ma atau Elly? Boleh cepat sedikit?”
Ini terjadi berpuluh tahun, maka sudah jadi kebiasaan pula bagi kami sekeluarga untuk menawarkan atau sudah langsung menyiapkan makan untuk tetamu kami bila waktu makan tiba, yah seadanya..

AIR PANCURAN JATUHNYA KE PELIMBAHAN JUGA

Seiring dengan kebiasaan tersebut, maka jadi terbiasa pula lah saya mengatakan : “Cepat sedikit!” Pada anak-anak saya. Nah, setelah punya cucu, tak terelakkan saya menyaksikan bagaimana anak-anak saya sering mengucapkan hal yang sama dalam cara yang berbeda pada anak-anaknya. Terutama itu tadi, kalau buru-buru, sudah telat, dan situasi lain yang serupa.
Inilah yang saya sebutkan bahwa : Pengasuhan itu di turun temurunkan.

Masalahnya masing-masing keluarga mempunyai kebiasaan sendiri dan aturan serta harapan yang juga berbeda. Umumnya orang tidak menyadari bahwa kebiasaan pengasuhan yang dilakukannya sehari-hari merupakan pengulangan dari bagaimana dulu dia di asuh. Hanya orang-orang yang sungguh-sungguh sadar ada yang salah dengan cara pengasuhannya dulu dan sudah sepenuhnya dirasakanya dampak tidak baik dari cara pengasuhan tersebut, yang berjuang untuk tidak melakukan hal yang serupa.

Jadi, anak yang dibesarkan dengan tenang, kata-kata yang baik dan suara yang lembut serta perlakuan yang respek, semua tertib dan teratur, akan menjadi orang tua yang sama pula bagi anak-anaknya. Ringkasnya, anak yang dibesarkan dengan cubitan akan mencubit, dan yang biasa dengan pukulan akan menampar.

Saya punya sejuta cerita rasanya untuk dikisahkan…
Orang tua yang sangat mementingkan prestasi akademis anaknya, sehingga mengizinkan anaknya tidak memenuhi apapun tugasnya dirumah asal belajar dan les, akan memperlakukan anaknya serupa. Di keluarga itu pasti sering terdengar : "Ya sudah kalau yang kamu kerjakan itu belum selesai-selesai juga, tinggalin aja, nanti mama atau mbak yang ngerjain. Sana! Selesaikan dulu PR dan tugas-tugasmu!”

Hal apa yang dampaknya paling buruk?

Temuan dari penelitian yang bertahun-tahun kami lakukan, menunjukkan bahwa cara pengasuhan yang berdampak sangat jauh dan dalam adalah : berbicara dan sikap, termasuk bahasa tubuh orang tua..

Saya teringat benar akan pepatah : ”Mulut kamu harimau kamu!” Betapa kata-kata bisa akan memangsa kita kembali.
Anak sudah berjuang belajar demi memenuhi harapan orang tua, eh sudah ranking bahkan ada yang lulus ‘cumlaude’, tetap kurang mendapat penghargaan dari orangtua. Dianggap sesuatu yang biasa atau “sudah semestinya!”, boro-boro diberi hadiah, pelukan saja tinggal mimpi..

Banyak sekali saya menemukan bagaimana anak-anak ini ketika dewasa kalau bisa pergi secepatnya dari rumah orang tuanya, sekolah kek, kawin kek.. Pokoknya menjauh dari orangtua kandung sendiri. Ketika sudah berkeluarga mereka merasa tidak nyaman atau sudah ketakutan jauh sebelum orangtuanya datang mengunjunginya. Belum lagi super ketakutan kalau orangtuanya tersebut mengulang pula cara pengasuhannya pada anak-anak mereka, yang notabene cucu-cucu kandung Ibu bapaknya.
Kedengaran tidak sopan, tidak berbakti atau tidak tahu diri? Tapi itulah kenyataannya.

Seorang sahabat datang bertandang ke rumah kami beberapa waktu lalu. Kami mengenal menantu bahkan besannya. Dia menceritakan bagaimana terkejutnya dia menemukan menantu laki-lakinya ini, bukan saja sangat dekat tapi juga manja sekali dengan ibu mertuanya. Suatu hari mereka mendapat kiriman foto bahwa besan perempuan mereka dirawat di RS. Heran, dia bertanya ke menantunya kenapa tidak memberi tahu dan apakah menantunya ini sudah menengok ibunya? Sahabat kami ini sangat terkejut ketika mengetahui bahwa menantunya bukan saja tidak mau mengabari mertuanya tapi juga tidak mau melihat ibunya yang sakit! Astagfirullah! Ternyata, menantunya ini mengatakan bahwa dia tidak dekat dengan ibunya, karena ibunya selalu ”ngomel”, bawaannya “salah mulu” kebanyakan nasihatin dan bukan saja miskin pujian tapi juga senyum! “Mukanya bete aja,” jelas menantunya. Apa yang terjadi berikutnya? Demi mengajarkan menantunya ini, sang mertua mengantarkan dan menemaninya untuk menengok ibunya sendiri.
Banyak sekali pasangan tidak bahagia, bahkan sampai ke cucu menderita, karena dosa-dosa pengasuhan ini.

JADI BAGAIMANA DONG?

Sekarang tantangan pengasuhan luar biasa, semakin hari semakin meningkat saja bahayanya. Dari buku sekolah yang mengandung unsur porno, kejahatan seksual dimana-mana, tontonan, permainan dan lagu anak yang penuh hal buruk, narkoba, terus-menerus ditemukan dalam jumlah besar tapi kita tidak pernah dengar bagaimana akhirnya, dan ancaman pornografi di ujung jemari anak kita yang mengganggu fungsi otaknya tanpa diawali dengan pengaruh terhadap prestasi akademisnya!

Alih-alih menjauhkan anak dari berbagai pengaruh buruk dan jahat tersebut, kita bisa membuat mereka menjadikannya sebagai “pintu exit” dari situasi buram, gak nyaman dan menekan dari dalam rumah, kalau kita menurun-temurunkan dosa-dosa pengasuhan tanpa sengaja.

Saya mengajak diri saya dan Anda orang tua terpelajar yang baik hati untuk mengenali dan kemudian memotong kebiasaan-kebiasaan buruk dalam pengasuhan yang kita lakukan sehari hari.

Yuk kita sadari, jangan-jangan orangtua kita juga mewarisinya dari situasi yang tidak nyaman dulu di rumah beliau. Semua kan sudah berlalu, bahkan berpuluh tahun yang lalu. Jangankan kita mampu mengendalikannya, tahu apa yang jadi penyebabnya saja tidak!

Paling gampang, yuk menerimanya sebagai kenyataan, lalu maafkan, minta ampunkan pada Allah, bicara selalu positif pada otak kita, dan mulailah ngomong dengan senyum terlebih dahulu. Senyum membantu untuk bikin relaks, Kalau lagi marah banget ya tarik nafas dua – tiga kali, tersenyum baru bicara.

Enak di omongin gak enak di kerjain, pasti Anda bilang begitu. Ya iyalah, tapi ‘worth it’ untuk dicoba. Ngapain yang jelek-jelek tetap disimpan iya khan, apa gunanya.

Nah selanjutnya, kalau lagi sendiri banyak banyaklah istigfar dan bayangkan Anda membuang semua kebiasan lama tersebut sambil berulang-ulang bilang sama diri sendiri : Aku harus merdeka, jiwaku merdeka dan pikiranku merdeka!
Hidup udah susah, jangan di susah-susahin lagi.

Selamat menyambut hidup yang lebih ringan dan bahagia untuk melahirkan generasi yang lebih bahagia!

Salam hangat,
Elly Risman

#YayasanKitadanBuahHati
#ParentingEraDigital
#EllyRismanParentingInstitute

COMMENTS

Name

Berita Cermin Edusiana Event informasi Karya Siswa Konsultasi Parenting Populer Prestasi
false
ltr
item
Official Sekolah Indonesia: DOSA-DOSA PENGASUHAN
DOSA-DOSA PENGASUHAN
https://3.bp.blogspot.com/-B44eF9RlurI/WeyLJYJPgpI/AAAAAAAABFA/mGvJb-FY-m8xaprrzjAGe-H7Lqg_CQFUgCLcBGAs/s320/Elly%2BRisman%252C%2BPsi.png
https://3.bp.blogspot.com/-B44eF9RlurI/WeyLJYJPgpI/AAAAAAAABFA/mGvJb-FY-m8xaprrzjAGe-H7Lqg_CQFUgCLcBGAs/s72-c/Elly%2BRisman%252C%2BPsi.png
Official Sekolah Indonesia
http://www.sekolahindonesia.id/2017/10/dosa-dosa-pengasuhan.html
http://www.sekolahindonesia.id/
http://www.sekolahindonesia.id/
http://www.sekolahindonesia.id/2017/10/dosa-dosa-pengasuhan.html
true
4309508905467340601
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock